Sidi Afifi, Life, News & Opinions, The Path & The FolksFebruary 8, 2010 8:09 am

Kalam of the Age

(credit to Rausyanfikir.com)

 


Tafakkur, taddabur, tabayyun, and tahafut. Only the Ignoramus and Obstinate Muslims dare to challenge the status quo of Kalam in our Tradition.

by Dr. Adi Setia of Himpunan Keilmuan Muda (HAKIM)

The “kalam of the age” (kalam al-‘asr) is the systemic deconstruction of all the western sciences and their reconstruction from within the conceptual framework of the Worldview of Islam, by which, along the way, some of these sciences may be seen to be discardable altogether, while others reexamined, remodified, restructured and redirected to serve the higher purposes of the divine Law (Maqasid al-Shari‘ah), i.e., to serve the true purpose of our life as Muslims in this world.

 


 

Do not let our present preoccupation with the puerile, incoherent ramblings of the Wahhabis and the neo-Mu’tazilis divert us from drawing creatively from the profound lessons of traditional classical kalam to meet head on the real challenge of the age, the challenge of a subtle and sophisticated secularism, materialism and nihilism systemically imparted into minds and hearts of Muslim students, researchers and scholars in Western and Western-type universities. 

 


 

This call of the kalam of the age is precisely the call which Shaykh Afifi al-Akiti and Dr. Hisham Hellyer are inviting us to heed in their jointly authored article, “The Negotiation of Modernity through Tradition in Contemporary Muslim Intellectual Discourse: The Neo-Ghazalian, Attasian Perspective,” in Wan Mohd Nor Wan Daud & Muhammad Zaini Uthman, eds., Knowledge, Language, Thought & the Civilization of Islam: Essays in Honor of Syed Muhammad Naquib al-Attas (Kuala Lumpur: UTM, 2010), pp. 119—134. 

 


 

In light of this consideration, the study of the Ghazalian Tahafut and its creative re-articulation in contemporary philosophical, sociological and scientific terms, should be made fardu ‘ayn on all who are studying, teaching, researching or practicing the western sciences. For the real intellectual battleground for Muslims in the modern age is not puerile neo-Wahhabism or neo-Mu’tazilism, but the neo-Dahrism of the western sciences which they all gleefully imbibe, including those who are right now sitting at the feet of the great living shuyukhs of our time in Syria, Jordan, Yemen, Morrocco, Tarim, Malaysia and India, drinking from the wellsprings of tradition.

 


 

They gleefully imbibe the western sciences without fathoming the subtle neo-Dahrism lurking within these sciences because they lack the conceptual framework to be able do so. And this “conceptual framework to be able do so” is the kalam of the age, and the mutakallimun of this age need to develop and elaborate it. When I say “gleefully,” it is the gleeful innocence and naivete of those who do not have a clue as to what they are actually imbibing as "education" or "knowledge" or "skills" in modern universities. Yes, gleeful, precisely because they are unwitting intellectual victims of that grand, elaborate charade called science, technology and economics. The Tabah Foundation nanotech “position paper” is one instance, another is a “sufi” biomedical friend who fail to see anything wrong with vivisection, or that one with his MBA studies and forthcoming Wall Street job, or the thousands teaching, researching and working in so-called Islamic Banking and Finance. At IIUM I can multiply these instances to the thousands by first hand experience.

 


 

The great task of these students and scholars is to approach these western sciences investigatively (tabayyun) by systemically constructing and elaborating a conceptual or intellectual framework through which the tradition can be brought to bear creatively and critically on the western sciences, or shall they go on allowing the tradition to be intellectually impotent and acquiescently silent in the face of an arrogant and aggressive neo-Dahrism? The fault then lies not within the tradition but within their own minds and hearts. What I say here is nothing new, for even the conscientious thinkers of the West are making this very same indictment of their own intellectual edifice (“wa shahiduu ‘alaa anfusihim”) such as Heidegger, Serge Latouche, et al.

 

 


Knowing the tradition alone is not enough, for the carriers of this tradition must also know how to read the “situation of the age” (ahwal al-‘asr) that they may bring the former to bear creatively and critically on the latter, and thereby avoid falling into the pitfalls of nihilistic neo-Dahrism (call it evolution, progress, historicism, growth, development, whatever). I’m calling it neo-Dahrism, so we may be shocked to real intellectual and educational action and not reduce the kalam discourse to merely a means to whack the puerile Wahhabis; let them be childish with their silly ramblings, but we simply have to move on. The Wahhabis and the neo-Mu’tazilis are mosquitoes, and at times we have to really smack them, but the neo-Dahris are the real monsters, but where are our kalam champions to be called into mortal combat against these monsters?

 

 


The whole problem with neo-Dahrism is that it does not present itself to us as heresy and we don’t see it as such, but to see it as such is to revive the kalam jadid of the Ghazalian Tahafut and the Fakhrurazian Matalib. Failing to do so may not necessarily render us formal neo-Dahris (i.e., self-conscious believers in secular progress), but we’ll be neo-Dahris in practice all the same because the neo-Dahrist disciplines we imbibe in the universities present themselves to us as value-neutral objective truth, and we are gullible enough to accept that presentation, lock, stock and barrel. In brief the heresy of the age demands a kalam of the age to expose its true face to all thinking Muslims who care enough about reviving the tradition and organizing their personal, communal & civilizational life on it.

LifeFebruary 6, 2010 4:55 am

Shalawat Pembuka

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang . Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat kepada Nabi Muhammad Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam kepadanya Ya Allah sampaikanlah kepadanya sebagai perantara Ya Allah, khususkanlah kepadanya dengan keutamaan Ya Allah, anugerahkanlah keridaan kepada sahabatnya Ya Allah, anugerahkanlah keridaan kepada keturunannya Ya Allah, anugerahkanlah keridaan kepada para guru Ya AIlah, rahmatilah orang-orang tua kami Ya Allah, rahmatilah kami semua. Ya Allah, rahmatilah semua orang islam Ya Allah, ampunilah semua orang yang berbuat dosa. Ya Allah, janganlah Engkau putuskan harapan kami. Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Mendengar doa kami. Ya Allah, sampaikan kami ziarah ke makamnya Ya Allah, sinarilah kami dengan nurnya. Ya Allah, aku selalu mengharap pemeliharaan dan keamanan-Mu. Ya Allah, tempatkanlah kami dalam surga-Mu. Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa-Mu. Ya Allah, anugerahilah kematian kami dengan syahid. Ya AIIah, liputilah kehidupan kami dengan penuh kebahagiaan Ya Allah, balaslah kebaikan orang yang berbuat kebaikan. Ya Allah, hindarkanlah dari semua orang yang menyakiti. Ya Allah, akhirilah kami dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad saw. Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad . . .

******************************.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang . Telah datang kepada kamu seorang utusan Allah dari jenis kamu sendiri, ia merasakan apa penderitaanmu, lagi sangat mengharapkan akan keselamatanmu, kepada orang yang beriman senantiasa merasa kasih sayang. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bersalawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman! Bacalah salawat dan mohonkan kesejahteraan untuknya, (Nabi Muhammad saw) . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu Wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga Wahai ahli dermawan dan pemurah hati Kami tetangga di tanah haram ini Tanah haram tempat berbuat baik dan memberi kebaikan. Kami dari kaum yang tinggal di tempat itu. Tempat yang mereka merasa aman dari ketakutan. Dengan ayat-ayat Al-Qur’an mereka mendapat inayah. Renungkanlah di hati kita, wahai yang berjiwa lemah. Kami mengenal padang pasir dan ia mengenal kami Bukit Shafa dan Baitil-Haram menawan hati kami. Kami punya Ma’la dan masjid Kha’if di kota Mina. Ketahuilah ini, beradalah dan beribadahlah di sana. Kami mempunyai ayah sebaik-baik makhluk. Dan adalah keturunan AIi yang diridlai. Kepada kedua cucunya kami berketurunan, Keturunan suci bersih dari kotoran. Banyak Imam yang menggantikan sesudahnya, Dengan gelar sayyid mereka dikenal Dengan gelar itu benar-benar mereka disebut. Dari sepanjang tahun dan zaman. Seperti Zainal Abidin yakni Ali Dan putranya Baqir itu sebaik-baiknya wali. Dan Imam Ja’far Ash-shadiq yang penu keberkahan Dan Ali yang mempunyai ketinggian dan keyakinan Merekalah kaum yang memperoleh hidayah. Dan dengan karunia Allah mereka benar-benar berbahagia. Kepada selain Allah mereka tak bertujuan. Dan besertaAl-Qur’an mereka berpegangan. Ahli rumah Nabi pilihan yang disucikan. Mereka itu pengaman bumi, maka ingatlah. Mereka itu bagaikan bintang gemerlapan. Perumpamaan itu telah benar-benar datang di dalam hadits Nabi. Dan bagaikan bahtera penyeIamat ketika … Engkau takut dari topan badai segala duka. Maka selamatlah engkau di dalamnya tiada khawatir lagi. Dan berpegang teguhlah kepada Allah serta mohonlah pertolongan. Ya Allah, dengan barokah mereka, berilah kami kemanfaatan. Dan dengan kehormatan mereka, tunjukkan kami kepada kebaikan Dan wafatkanlah kami di jalan mereka Dan selamat dari segala fitnah . . .

******************************.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang . Dalam pengaturan susunan perwujudan manusia ini. Diciptakan oleh-Nya, otak, tulang, bahu, urat pembuluh darah, daging, kulit dan rambut dengan susunan yang teratur rapi. Dari sperma yang terpancar dari tulang rusuk laki-laki dan tulang dada perempuan. “(LAA ILAAHA ILLALLAAH)” TiadaTuhan selain Allah, Maha Pemurah kepada makhluk-Nya dengan hamparan karunia dan anugerah-Nya. . Pada setiap malam rahmat Allah turun ke langit dunia, dan memanggil: Adakah malam ini orang yang mohon ampun serta adakah orang yang bertaubat? Adakah orang yang memohonakan hajatnya maka Aku akan kabulkan hajatnya. yang Maka seandainya telah engkau lihat hamba-hamba mengabdi kepada Allah, berdiri tegak di atas telapak-telapak kakinya dengan cucuran air mata. Dan di antara segolongan kaum ada yang menyesali dosa-dosanya dan bertaubat. Dan ada orang-orang yang khawatir berbuat dosa lagi dan mencerca kepada dirinya sendiri. Dan ada orang yang lari menghindar dari perbuatan-perbuatandosa menuju perlindungan Allah. Maka tidak ada henti-hentinya mereka mohon ampunan, sehingga berhari-hari lamanya meratapi rentetan kealpaannya. Kemudian mereka kembali menekuni ibadah dan mereka benar-benar beruntung dengan apa yang dicari, dan menemui keridaan Allah yang dicintai dan tiada seorang pun dari suatu kaum yang kembali dengan tangan hampa. Tiada Tuhan selain Allah, maka Maha suci Allah dan Maha luhur yang telah menciptakan nur Muhammad saw, dari nur-Nya sebelum menciptakan Adam dari tanah liat. Dan Allah memperlihatkan keagungan nur Muhammad kepada penghuni surga seraya berfirman; “lnilah pemimpin para nabi dan lebih agung di antara orang-orang pilihan serta lebih mulia di antara para kekasih Allah.” . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Ditanyakan oleh malaikat: Adakah nur itu pada Nabi Adam? Jawab Allah:Dengan nur ini, Aku anugerahkan kepada Adam martabat yang tinggi. Ditanyakan oleh malaikat: Adakah nur itu pada Nuh? Jawab Allah: Dengan nur ini Nabi Nuh dapat selamat dari tenggelam dan binasalah orang-orang yang memungkirinya dari ahli keluarga dan kerabatnya. Ditanyakan oleh malaikat: Adakah nur ini pada Nabi lbrahim? Jawab Allah:Dengan nur ini Nabi lbrahim sanggup menyampaikan hujjahnya dengan mengalahkan para penyembah berhala dan bintang-bintang. Ditanyakan oleh malaikat: Adakah nur ini pada Nabi Musa? Jawab Allah: Musa itu adalah saudaranya, tetapi nur ini adalah kekasih-Ku dan Musa adalah penerima firman-Ku dan yang berbicara dengan-Ku. Ditanyakan oleh malaikat: Adakah nur ini pada Nabi Isa? Jawab Allah: Dengan nur ini Nabi lsa membawa kabar akan kelahiran nur ini di antara dengan kenabiannya dalam jarak waktu sangat dekat, bagaikan mata dengan alis. Ditanyakan oleh malaikat: Lantas siapakah kekasih mulia yang telah Engkau hiasi dengan hiasan ketenteraman, Engkau beri mahkota bari mahkota kewibawaan dan kemegahan dan Engkau kibarkan bendera kepemimpinan di atasnya? Jawab Allah: Dialah seorang nabi yang telah aku pilih dari keturunan Luay bin Ghalib. Yang ayah dan ibunya telah meninggal dunia, kemudian diasuh oleh kakeknya, kemudian oleh pamannya yaitu saudara kandung ayahnya yang bernama Abu Thalib. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Nabi saw. diutus oleh Allah di negeri Tihamah(Makkah)di antara saat menjelang datang hari kiamat. Pada punggungnya ada tanda kenabian. BiIa berjalan awan senantiasa melindunginya dan perintahnya dipatuhi oleh awan. Dahinya bercahaya cemerlang, rambutnya bagaikan malam gelap gulita / hitam pekat. Bagaiknn huruf alif bentuk mancung hidungnya, bagaikan huruf mim bulat mulutnya, bagaikan huruf nun lengkung alisnya. Pendengarannya dapat mendengar geritan qalam di Lauh Mahfuzh, penglihatannya sampai ke langit tujuh. Kedua telapak kakinya dicium unta, maka lenyaplah rasa sakit serta bala’ musibah yang diderita oleh unta itu, Binatang biawak dan lainnya beriman kepadanya dan bersalam kepadanya pepohonan, berbicara dengannya batu-batuan, batang kurma meratap kepadanya bagaikan rintihan kesedihan seorang pecinta. Kedua tangannya menatap menampakkan berkahnya pada makanan dan minuman. Hatinya tidak lalai dan tidak pula tidur, tetapi senantiasa mengabdi dan ingat kepada Allah Bila disakiti, beliau mengampuni dan tidak membalas dendam, Bila dihina, beliau hanya diam dan tidak menjawab, Allah mengangkatnya ke martabat yang lebih mulia / tinggi, Dengan kendaraan yang tak pernah dipakai oleh siapa pun, sebelum dan sesudahnya. Pada golongan malaikat, ketinggian derajatnya melebihi yang lain. Maka ketika Nabi naik melalui dua alam dan berpisah dari dua alam, sampailah yang ke tempat ketinggian yang bagaikanjarak dua busur panah, maka Aku-lah yang menghibur dan berbicara kepadanya. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Kemudian Aku kembalikan dia dari ‘Arsy, sebelum dingin alas semua apa yang tidurnya dan benar-benar telah memperoleh menjadi tujuannya. Maka ketika tanah suci Makkah dimuliakan karena sebab kemuliaan Nabi yang merubahnya. Telah terbentang keleluasaan untuk tujuan ke Makkah bagi jiwa-jiwa yang mencintainya, baik yang berjalan kaki maupun yang berkendaraan. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . .Selagi bintang masih bercahaya, semoga rahmat AIIah tercurah. Kepada Nabi Muhammad yang sebaik-baiknya pengendara unta. Selama pengiring unta menyanyikan lagu menyebut nama kekasih terindu. Unta mengangguk-angguk menari gembira tertawa irama lagu penunggangnya Tidakkah engkau lihat, semakin cepat langkah unta? Bercucuran deras dari matanya air mata bagaikan awan tiba. Semakin condong langkah untuk kegembiraan merindukan Menuju kandang gembalaan pengembaraannya. Biarkan,jangan kau tarik kendali dan penggiringnya. Maka penggembala merasa kesepian merindukan Nabi kemudian menariknya. Tunjukkanlah rasa cintamu sebagaimana cintany aunta dan jikalau tidak., Maka jalan cintamu pada nabi adalahdusta. Perhatikan, kota Aqiq telah nampak dan inilah Qubah Nabi, gemerlapan cahayanya menyilaukan Itulah qubah hijau dan nabi bermakam di dalamnya. Seorang Nabi yang nur-nya menerangi kegelapan. Dan sungguh jelas keridaan Allah, dan pertemuanpun telah dekat Dan sungguh telah datang kegembiraan dari segala penjuru Maka bisikkan ke dalam hati, tiada seorangpun kucondongkan rasa cinta. Maka tiada satupun hari ini kepada kekasih, penghalangnya Condongkanlah rasa cinta kepada kekasih di segala tujuan, Maka sungguh memperoleh kesenangan dan lenyaplah kedukaan. Nabi Allah yang sebaik-baik makhluk kesemuanya. Baginya keluhuran pangkat dan martabat tertinggi. Baginya ketinggian kedudukan, baginya segala keluhuran. Kemuliaannya diabadikan dan menjadi kenangan. Maka seandainya kami menuju tempat, berjalan setiap hari Di atas pandangan, bukan di punggung-punggung unta. Dan seandainya kami beramal setiap saat Pada peringatan kelahiran Ahmad, maka sungguh hukumnya wajib. Setiap waktu kumohonkan untuknya dari Allah. Rahmat selama bintang-bintang masih bercahaya. Kepada keluarga dan para sahabat semuanya. Serta semua keturunannya yang baik-baik lagi mulia. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Maka Maha suci Allah yang mengkhususkan NabiMuhnmmad saw dengan kemuliaan pangkat dan martabat Aku menyanjungkan pujian kepada-Nya, atas segala nikmat anugerah dan pemberian-Nya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya, pemilik arah timur dan barat. Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya penghulu kami Nabi Muhammad itu adalah seorang hamba AIIah dan utusan-Nya yang diutus kepada semua bangsa Ajam dan Arab. Semoga rahmat AIIah dan salam-Nya tetap dilimpahkan kepada Nabi dan keluarga serta sahabatnya yang mempunyai perilaku agung dan sebutan nama baik. Dengan rahmat dan salam yang kekal keduanya merata kepada para pembacanya yang datang kelak di hari kiamat tanpa merugi. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Pertama kali kami awali hal ini dengan mengemukakan dua buah hadits datang dari Nabi yang berkedudukan agung dan bernasab mulia serta lurus perjalanan hidupnya. Allah berfirman: Demi hak Muhammad. Dzat yang tiada terIepas dari sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat, bahwasanya Allah dan para malaikat-Nya selalu bersalawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman, mohonkan rahmat dan salam dengan kesungguhan untuknya. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Hadits pertama dari pancaran seorang ahli ilmu yang menyamudra, tutur katanya dengan Al-Qur’an dan salah seorang ulama yang terkenal, yaitu Sayyid Abdullah bin Sayyid Abbas radhiyallahu ‘anhumaa dari Rasulullah saw bahwasanya beliau telah bersabda: Sesungguhnya seorang Quraisy (Nabi Muhammad saw) ketika masih berwujud nur di hadapan AIIah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung sebelum menciptakan Adam kira-kira dua ribu tahun, nur itu selalu bertasbih kepada Allah dan bertasbih pula para malaikat mengikuti bacaan tasbihnya Ketika Allah menciptakan Adam, maka nur itu diletakkan pada tanah liat asal kejadiannya, Telah bersabda Nabi saw.: Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan aku ke bumi pada punggung Nabi Adam. Dan membawaku kedalam kapal berada pada tulang rusuk Nabi Nuh dan menjadikan aku pada tulang rusuk Nabi lbrahim ketika dilempar ke dalam api, Tiada henti-hentinya Allah Yang MahaPerkasa dan Maha Agung memindahkan aku dari tulang-tulang rusuk yang suci, sampai pada rahim yang suci dan megah, hingga Allah melahirkan aku dari antara kedua orang tuaku, dan keduanya tidak pernah berbuat zina sama sekali. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Hadits kedua riwayat dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar telah berkata: Ayahku telah mengajarkan kpadaku kitab Taurat hingga tamat, kecuali selembar saja yang tidak diajarkan dan memasukkannya ke dalam peti. Maka setelah ayahku meninggal, aku membuka peti itu, ternyata selembar kitab Taurat tadi menerangkan tentang akan Iahirnya nabi akhir zaman yang tempat kelahirannya di kota Makkah dan berpindah ke Madinah serta kekuasaannya meluas ke negeri Syam. Beliaum encukur rambutnya dan berkain pada pinggangnya. Beliau adalah sebaik-baiknya para nabi, dan umatnya juga sebaik-baik umat. Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah Yang Maha Tinggi atas segala kemuliaan. Mereka berbaris pada waktu salat sebagaimana barisan mereka di dalam peperangan. Hati mereka merupakan tempat kitabnya. Mereka selalu memuji dalam keadaan duka dan suka. Sepertiga dari mereka masuk surga tanpa dihisab, sepertiga Iagi datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni. Dan yang sepertiga lainnya datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar. Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: Pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka. Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung. Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammnd saw itu adalah utusan Allah. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Maka Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tiadalah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku itu seperti orang yang mendustakan Aku. Mereka Aku masukkan surga dengan rahmat-Ku. Wahai orang yang termulia laksana untaian mutiara dan emas murni rahasia yang ada. Orang yang memujimu merasa kekurangan walaupun dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Dan orang yang mensifatimu merasa tak berdaya melukiskan apa yang meliputi engkau dari tingkah laku yang mulia dan pemurah. Alam semesta isyarat dan engkaulah yang menjadi tujuan, wahai orang termulia yang telah memperoleh kedudukan yang terpuji. Dan telah datang para rasul sebelum engkau, tetapi mereka bersaksi atas kemuliaan dan keluhuran serta ketinggian derajatmu. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Hadirkanlah hati kalian, wahai golongan orang yang berakal, sehingga aku nyatakan kepadamu bagaikan pengantin yang menjadi kekasih agung yang telah dikhususkan dengan gelar nama yang termulia. Yang pernah naik menghadap Raja Yang Maha Pemberi, sehingga dapat melihat keindahan’ Nya tanpa tutup dan tanpa tirai. Tatkala tiba saat lahirnya sinar kerasulan di langit keagungan, keluarlah Malaikat jibril dengan membawa nur untuk membuka kerajaan dunia. Wahai jibril, serukan kepada seluruh makhluk penghuni bumi dan langit, agar menyambutnya dengan rasa riang dan gembira. Karena sesungguhnya nur yang terpelihara dan rahasia yang tersimpan yang Aku ciptakan sebelum wujudnya sesuatu dan sebelum terciptanya bumi dan langit-langit. Pada malam ini Aku pindahkan nur itu ke dalam perut ibunya dengan merasa kegembiraan. Aku penuhi seluruh alam dengan cahayanya. Aku pelihara di dalam keadaan yatim-piatu dan Aku sucikan dia beserta para keluarganya dengan kesucian yang sungguh. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Maka bergoncanglah ‘Arsy karena gembira dengan adanya kabar gembira. Dan kursi Allah bertambah wibawa dan tenang karena memuliakannya. Dan langit penuh dengan cahaya serta bergemuruh suara malaikat membaca tahlil, tamjid dan istighfar. Dan ibunya tiada henti-hentinya melihat bermacam-macam keajaiban hingga dari keistimewaan dan keagungannya hingga sempurna masa kandungannya Maka ketika ibunya telah merasakan sakit karena kandungannya akan lahir, dengan izin Tuhannya, Tuhan pencipta makhluk, Iahirlah kekasih Allah Muhammad saw dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji, sedangkan wajahnya bagaikan bulan purnama dalam kesempurnaannya. . .

Mahallul-Qiyaam .

Wahai Nabi, semoga keselamatan tetap untukmu Wahai Rasul, semoga keselamatan tetap untukmu Wahai kekasih, semoga keselamatan tetap untukmu. juga rahmat Allah semoga tetap tercurah untukmu Telah terbit bulan purnama menyinari kami. Maka suramlah karenanya gurnama-purnama lain. Tiadalah pernah kami melihat perumpamaan kebagusanmu. Hanyalah engkau saja, wahai wajah yang berseri-seri. engkaulah matahari, engkaulah purnama. engkaulah cahaya di atas segala cahaya. engkaulah emas murni dan yang sangat mahal. engkaulah pelita penerang daIam dada. Wahai kekasihku, wahai Muhammad. Wahai mempelai belahan benua timur dan barat. Wahai yang dikokohkan, wahai yang dimuliakan. Wahai yang menjadi imam di dua kiblat. Siapa saja yang memandang wajahmu akan berbahagia. Wahai yang mulia kedua orang tuanya. Telagamu yang jernih dan menyejukkan. Kami datangi di hari kiamat kelak. Tak pernah kami lihat seekor unta merindukan, Berjalan menuju selain kepadamu. Awan berarak-arakan benar-benar menaungimu. Para malaikat bershalawat untukmu, Pohon kayu datang menangis kepadamu Tunduk bersimpuh di hadapanmu Mohon selamat,wahai kekasihku. Ke hadapanmu kijang berlari. Di waktu kafilah berkemas membawa beban. Mereka memanggilmu untuk berangkat. Aku datangi mereka dengan air mata bercucuran. Aku katakan, tunggulah aku, wahai petunjuk jalan. Tolong bawakan surat-suratku, Wahai Nabi yang sangat merindukun. Ke tempat nan jauh di sana, Pada petang dan pagi hari. Benar-benar berbahagialah hamba yang memperoleh kesenangan. Hilang darinya segala kesusahan padamu wahai purnama terang. Padamu sifat-sifat yang indah. Tak seorang pun melebihi kesucianmu… Sama sekali, wahai Nabi eyangnya sayyid Husain. Dan kepadamu curahan rahmat Allah. Kekal selamanya sepanjang masa. . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Nabi Muhammad saw,dilahirkan dalam keadaan telah berkhitan dengan pertolongan Allah. Bercelak dengan celak petunjuk Allah. Pada sahara bersinar terang dengan keindahannya. Dari sebab cahayanya keadaan alam semesta menjadi terang benderang. Dan termasuk pula dalam ikatan golongannya, orang-orang yang sesudahnya, seperti orang-orang dahulu yang pernah menjumpainya. Pertama kali yang menjadi keagungan mukjizatnya, adalah padamnya api persembahan negeri Persi dan runtuhnya panggung kehormatannya. Dilemparnya setan-setan dari langit dengan bintang-bintang yang membakar. Raja jin yang angkuh menguasai kerajaannya, seketika menjadi hina dan tunduk. Ketika cemerlang cahaya Nabi yang menerangi dan nur keelokan Nabi bersinar menerangi segenap penjuru, sehingga Nabi diserahkan kepada wanita-wanita yang menyusui. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Diserukan oleh malaikat: Siapakah yang ingin mengasuh anak yatim yang bagaikan permata yang tiada banding harganya. Berkatalah sekelompok burung: Kamilah yang sanggup mengasuh dan mengambil keuntungan cita-citanya yang agung. Berkatalah bintang-bintang liar: Kamilah yang lebih berhak mengasuhnya agar memperoleh kemuliaan dan keagungannya, Diserukan oleh malaikat: Hai golongan umat, tenanglah kalian, karena sesungguhnya Allah benar-benar telah memutuskan sejak zaman dahulu kala, bahwasanya Nabi Muhammad saw adalah hendak menyusu kepada seorang wanita bernama Siti Halimah ynng penuh rasa kasih sayang. . . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Kemudian berpalinglah dari Nabi saw para wanita yang biasa menyusui bayi-bayi karena suratan takdir telah menentukan kebahagiaan kepada Halimah binti Abi Dzu’aib. Tatkala pandangan Halimah tertuju kepada Nabi saw, maka segeralah Halimah mengambilnya dan diletakkan di pangkuannya dan dirangkul ke dadanya. Lantas Nabi menampakkan kegembiraan dengan tersenyum kepadanya. Lalu keluarlah dari gigi depannya pancaran cahaya yang menembus ke langit. Kemudian Nabi dibawa ke kendaraannya, dan berangkatlah Halimah beserta Nabi menuju ke kampung halaman keluarganya. Maka ketika Halimah beserta Nabi sampai pada tempat tinggalnya tampaklah keberkahan menyelimuti kambing-kambingnya. Dan adalah Halimah setiap hari dapat melihat daripada Nabi tanda-tanda luar biasa dan meningkatlah kehidupan dan kedudukan Halimah karenanya, sehingga semakin meningkat dalam kehidupan yang berhias suasana tenteram dan aman dan Nabi dapat bergaul bebas dengan anak-anak asuhnya. . . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Pada suatu hari di mana ketika Nabi sedang bermain di suatu tempat yang agak jauh dari tempat tinggalnya, tiba-tiba datang kepada beliau tiga orang yang berwajah laksana matahari dan rembulan, Maka anak-anak menjauhkan diri, lari ketakutan, sedangkan Nabi saw tetap diam keheran-heranan. Kemudian tiga orang itu membaringkan Nabi di atas tanah dengan perlahan-lahan dan mereka membedah perut Nabi secara halus tidak terasa. Kemudian mereka mengeluarkan hati Nabi saw dan melapangkannya dengan diisi kebaikan-kebaikan serta membuangnya yang menjadi bagian bisikan setan. Diisinya dengan ketabahan, ilmu pengetahuan, keyakinan dan keridaan. Mereka lalu mengembalikan hati Nabi ke tempat semula lalu berdirilah Nabi saw tegak seperti sedia kala. . . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Kemudian malaikat itu berkata: Wahai kekasih Yang Maha kasih seandainya engkau mengetahui kehendak Allah dan kebaikan-kebaikan yang diberikan kepadamu, tentu engkau mengetahui betapa ketinggian kedudukanmu melebihi yang lain dan semakin bertambah gembira dan bersukacita serta indah dan bercahaya. Wahai Muhammad, bergembiralah! Karena sesungguhnya teIah diberitakan di alam raya ini panji-panji ilmu pengetahuanmu. Dan semua makhluk menyambut gembira akan kehadiranmu dan tidak tertinggal seorangpun dari makhluk Allah kecuali tunduk dan patuh kepadamu serta mendengarkan sabda-sabdamu. Akan datang kepadamu unta yang mohon keselamatan dengan kehormatan dan binatang biawak dan kijang keduanya menyaksikan kerasulanmu. Pohon, rembulan dan serigala semuanya menuturkan akan kenabianmu pada waktu yang dekat. Kendaraanmu Buraq, keindahanmu selalu dirindukan dan Malaikat jibril yang akan memimpin kerajaanmu, telah mengumandangkan sebutan namamu di seluruh penjuru dunia. Dan rembulan mengikuti perintahmu sebagai mukjizat menjadi terbelah dua. . . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Dan setiap orang di alam raya ini merindukan akan kelahiranmu menantikan kecemerlangan cahayamu. Pada suatu ketika, kekasih Allah yaitu Nabi saw sedang penuh perhatian mendengarkan keterangan malaikat, wajahnya nampak berseri-seri bagaikan sinar di pagi hari. Tiba-tiba Halimah menjemputnya dengan memanggil sambil berteriak-teriak: Wahai anakku yang jauh di sana, lalu malaikat menjawabnya: Bukan engkaulah yang jauh, bahkan engkaulah yang dekat dari AIIah, engkaulah pilihan dan kekasih-Nya. Kata Halimah: Wahai anakku yang sendirian di sana. Malaikat menjawabnya: Hai Muhammad! Bukanlah engkau sendirian, bahkan engkaulah orang yang mempunyai pengokohan. Penghiburmu adalah Maha Terpuji, Maha Agung dan teman-temanmu adalah ssudara-saudaramu yang terdiri dari para malaikat dan orang-orang ahli tauhid. Kata Halimah: Wahai anak yatimku. Lalu malaikat menjawab: Sebaik-baik anak yatim adalah engkau wahai Muhammad, karena sesungguhnya derajatmu di sisi Allah sangat agung. . . .

******************************.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Maka ketika Halimah telah melihatnya dalam keadaan selamat dari marabahaya, maka pulanglah ia bersama Nabi ke rumahnya dengan rasa gembira. Kemudian Halimah menceritakan hal kejadian anaknya kepada orang Kahin peramal dan diulnng-ulang ceritanya itu sesuai yang telah terjadi. Kemudian peramal berkata kepada Nabi: Wahai anak dari negeri sumur Zamzam dan makam lbrahim dan rukun Yamani serta Baitul-Haram, adalah engkau menyaksikan itu dalam keadaan jaga ataukah tidur? Maka Nabi menjawab: Demi kemuliaan Allah Yang Maha Raja dan Maha Mengetahui, saya menyaksikan dengan nyata berhadapan kepada para malaikat itu dalam keadaan terjaga dan saya tidak meragukan kejadian itu dan tidaklah pandangan mataku itu terhalang. Maka peramal itu berkata kepada Nabi: Bergembiralah engkau wahai anak. Engkaulah pembawa panji-panji. Kenabianmu menjadi kunci penutup para nabi. Akan datang kepadamu Malaikat jibril. Di atas hamparan alas yang suci akan engkau peroleh firman Tuhan Yang Maha Agung. Takseorangpun yang dapat menghitung keutamaan yang engkau miliki untuk menguraikan sebagian sifat-sifatmu, lidah penyanjung sudah tak mampu lagi menuturkan. . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Adalah Nabi Muhammad saw. sebaik-baik manusia dalam kejadian bentuk tubuh dan budi pekerti dan paling banyak menunjukkan manusia ke jalan yang benar. Budi pekertinya sesuai Al-Qur’an, bertabiat pengampun, pemberi nasihat manusia, Iuas dalam berbuat kebajikan. Pemaaf kesalahan, bila memang menjadi haknya. Dan bila hak Allah dilanggar, maka tak seorang pun berani berdiri menentang kemarahannya. Siapa yang melihatnyasepintas maka akan tampak kewibawaannya, jikalau diundang oleh orang miskin maka beliau penuhi panggilannya. Beliau berkata benar meskipun pahit, kepada orang-orang muslim tidak pernah menyimpan rasa dengki dan sifat membahayakan. Siapa yang memandang wajahnya, pasti akan mengerti bahwa sesungguhnya beliau bukanlah wajah pendusta. Dan Nabi saw adalah bukan seorang pengumpat dan pencela. Bila Nabi saw gembira, wajahnya bagaikan belahan bulan. Apabila berbicara dengan manusia, seolah-olah mereka memetik buah yang manis. Bila Nabi saw tersenyum, maka senyumannya laksana belahan awan yang ditembus sinar, dan bila berbicara seakan-akan pembicaraannya permata yang berjatuhan. Bila bercakap-cakap bagaikan minyak kesturi yang keluar dari mulutnya. Bila berjalan di suatu lorong, maka dapat diketahui dari bau harumnya bahwa beliau telah lewat di jalan itu. BiIa Nabi saw duduk dalam satu majlis, maka bau harumnya tetap membekas dalam majlis itu sampai beberapa hari walau beliau telah tiada di situ dan beliau selalu berbau sangat harum meskipun tidak memakai wangi-wangian. Dan jika berjalan di antara para sahabatnya, maka bagaikan bulan di antara bintang-bintang yang bergemerlapan. Dan bila berjumpa di malam hari, seolah-olah manusia berada di siang hari, disebabkan dari pancaran cahayanya. Dan adalah Nabi saw lebih cepat berbuat kebajikan daripada tiupan angin topan, dan beliau selalu belas kasih kepada anak-anak yatim dan wanita janda. Sebagian orang yang menyifati beliau telah berkata: Tiada pernah saya melihat seorang berambut hitam dengan hiasan pakaian merah yang lebih indah daripada Rasulullah saw. . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Pernah ditanyakan oleh sebagian orang: Betulkah wajahnya bagaikan bulan? Maka jawabnya: Bahkan lebih terang daripada bulan yang tiada tertutup awan. Nabi memang memperoleh keagungan dan sifat-sifat yang serba sempurna Kata sebagian orang yang menyifati beliau: Tak pernah saya melihat sebelum dan sesudahnya seorang pun yang menyerupainya.Takkan berdaya lisan yang fasih jika hendak menggambarkan sifat-sifat keutamaannya. Mahasuci Tuhan yang telah menentukan Nabi saw pada tempat yang tertinggi dan menjalankannya di waktu malam menghadap Allah sampai sejarak anak panah dengan busurnya atau lebih dekat lagi. Dan dikokohkannya dengan berbagai mukjizat yang tak terhitung banyaknva. Allah menyempurnakannya dengan pekerti sempurna tak terjangkau banyaknya dan AIIah memberinya lima perkara yang belum pernah diberikan kepada orang sebelumnya. Dianugerahkan kepadanya kepandaian menyusun kata-kata yang tidak seorang pun dapat melebihinya dan di tiap-tiap tempat, Nabi saw mengucapkan perkataan yang sesuai, dan setiap kesempurnaan Nabi saw ada kesempurnaan lain. Beliau tak pernah berpaling dari pertanyaan dan jawaban dan Iisannya tak pernah bergerak selain ucapan yang benar. . . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Mudah-mudahan kata-kata pujian selalu diucapkan untuk Nabi yang sifat-sifatnya telah disebut dalam Al-Qur’an. Telah diuraikan pula tentang keutamaannya dalam Taurat, lnjil, Zabur dan Furqan Dan AIIah telah mengumpulkan kepada beliau antara memandang Dzat-Nya dan menerima firman-Nya. Juga menyertakan sebutan nama-Nya dengan nama Nabi, yang merupakan peringatan akan ketinggian derajatnya. Dan Allah menjadikan beliau sebagai rahmat dan cahaya kepada seluruh alam dengan sebab kelahirannya, maka AIIah penuhi hati manusia dengan rasa gembira. . .

******************************

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw) . Wahai purnama yang sempurnanya mencapai puncak kesempurnaan Apakah ungkapan yang aku katakan untuk menguraikan keluhuranmu Engkaulah yang terbit di ufuk yang tinggi. Engkaulah pelenyap kesesatan dengan cahayamu. Dan sebab engkau seisi alam menjadi terang-benderang, wahai jalan petunjuk. Dengan cahaya dan kenikmatan serta keanugerahan. Semoga rahmat Allah Tuhanku dilimpahkan kepadamu dengan abadi selamanya. Kekal sepanjang masa di waktu pagi dan sore hari. Dan juga kepada semua keluarga dan para sahabat, yaitu orang-orangl Yang benar-benar Allah tentukan dengan sempurna. . . Doa Penutup Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang . Segala puji bagi Allah penguasa alam, wahai Allah limpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhnmmad saw dan kepada keluarga serta sahabatnya semuanya. Semoga AIIah menjadikan kami dan kalian semua, kepada golongan orang yang memperoleh syafaatnya dan mengharapkan rahmat dan kasih sayangnya. Wahai Allah dengan kehormatan Nabi yang mulia ini dan para keluarga serta para sahabatnya yang menempuh jalan lurus. Jadikanlah kami sebaik-baik umatnya dan tutuplah segala kecacatan kami serta himpunlah kami besok ke dalam golongannya. Jadikanlah lisan kami untuk memuji dan menolongnya. Hidupilah kami selalu berpegang pada sunahnya dan menaatinya. Dan matikanlah kami dalam keadaan tetap cinta kepadanya dan termasuk golongannya. Wahai Allah, masukkanlah kami ke surga bersamanya, karena beliaulah orang pertama yang memasukinya.Tempatkanlah kami bersama Nabi saw di dalam istana surga, karena beliau-Iah orang yang pertama kali menempatinya dan berilah kami rahmat kasih sayang pada hari Nabi mensyafaati para makhIuk, lantas Engkau memberi rahmat kasih sayang kepada mereka. Wahai AIIah, berilah kami rezeki untuk dapat berziarah kepadanya setiap tahun. Janganlah kami Engkau jadikan goIongan orang yang melupakanEngkau dan melupakan Nabi meskipun hanya sejenak. Wahai Allah, janganlah Engkau menjadikan seorang pun yang berada di majlis kami ini, melainkan Engkau bersihkan dosa-dosanya dengan air tobat dan Engkau tutupi aibnya dengan selendang pengampunan. Ya Allah, sesungguhnya ada bersama kami pada tahun yang IaIu yaitu saudara-saudara kami yang telah ditakdirkan ajalnya terlebih dahulu, maka jangan Engkau halangi mereka dari pahala pada saat ini dan keutamaannnya Wahai Allah, belas kasihilah kami, apabila kami telah menjadi penghuni kubur. Berilah kami taufik untuk beramal saleh yang kekal keluhurannya sepanjang masa. Wahai Allah, jadikanlah kami kepada golongannya orang-orang yang selalu mengingat nikmat-nikmat-Mu dan mensyukurinya serta ingat akan hari menghadap kepada-Mu. HidupkanIah knmi, selalu tekun menaati perintah-Mu. Dan bila Engkau matikan kami maka matikanlah kami selamat dari fitnah dan kehinaan. Akhirilah kami dengan segala kebaikan diri sisi-Mu. Wahai Allah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang zalim. Jadikanlah kami orang-orang yang selamatdari fitnah dunia. Wahai Allah, jadikanlah Rasul yang mulia ini, memberikan syafaat kepada kami. Berikan kepada knmi karena syafaatnya, suatu kedudukan yang tinggi kelak di hari kiamat. Wahai Allah, berilah kami minuman dari air telaga Nabi Muhammad saw merupakan suatu minuman segar yang menghilangkan rasa haus sesudahnya untuk selama-lamanya. Kumpulkanlah kami kelak di hari kiamat di bawah benderanya. Ya Allah, karena Nabi Muhammad saw ampunilah kami dan bapak-bapak serta ibu-ibu kami, guru-guru kami dan yang mengajar kami serta orang-orang yang mempunyai hak wajib atas kami serta kepada seluruh orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, baik mereka yang masih hidup dan telah meninggal. Sesungguhnya Engkaulah Dzat Yang Maha Pengabul semua doa dan Maha Pemberi semua hajat, Pengampun semua dosa dan kesalahan. Wahai Dzat yang paling penyayang dari para penyayang… Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw dan kepada keluarganya serta sahabatnya dan juga limpahan kesejahteraan. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Agung dari segala yang disifatkan oleh para kafir dan semoga salam tetap dilimpahkan kepada semua Rasul serta segala puji hanya milik Allah, Tuhan sekalian alam.

Amien. .

Sekilas tentang pengarang maulid diba’. Saya ambil dari http://geocities.com/risanuri/agama/Ad_Dibai.html.

Seorang ulama bermadzab Syafi’i di zamannya yang se-era dengan Imam as Suyuthi. Pembawa sanad hadits yang mencapai derajat Hafidz. Wallahu a’lam. ad-Diba`i (866 – 944 H) Satu karya mawlid yang masyhur dalam dunia Islam ialah mawlid yang dikarang oleh seorang ulama besar dan ahli hadits iaitu Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba`ie asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi`i. Beliau dilahirkan pada 4 haribulan Muharram tahun 866H dan wafat hari Jumaat 12 Rajab tahun 944H. Beliau adalah seorang ulama hadits yang terkenal dan tiada tolok bandingnya pada masa hayatnya. Beliau mengajar kitab Shohih Imam al-Bukhari lebih dari 100 kali khatam. Beliau mencapai darjat Hafiz dalam ilmu hadits iaitu seorang yang menghafal 100,000 hadits dengan sanadnya. Setiap hari beliau akan mengajar hadits dari masjid ke masjid. Di antara guru-gurunya ialah Imam al-Hafiz as-Sakhawi, Imam Ibnu Ziyad, Imam Jamaluddin Muhammad bin Ismail, mufti Zabid, Imam al-Hafiz Tahir bin Husain al-Ahdal dan ramai lagi. Selain daripada itu, beliau juga seorang muarrikh, yakni ahli sejarah, yang terbilang. Di antara kitab karangannya ialah:- “Taisirul Wusul ila Jaami`il Usul min Haditsir Rasul” yang mengandungi himpunan hadits yang dinukil daripada kitab hadits yang 6. “Tamyeezu at-Thoyyib min al-Khabith mimma yaduru ‘ala alsinatin naasi minal hadits” sebuah kitab yang membezakan hadits sahih dari selainnya seperti dhaif dan maudhu. “Qurratul ‘Uyun fi akhbaril Yaman al-Maimun”. “Bughyatul Mustafid fi akhbar madinat Zabid”. “Fadhail Ahl al-Yaman”.

News & OpinionsFebruary 5, 2010 3:17 am

Di Pulau Wan Man nanti, sempena menyambut Maulid Nabi, akan diadakan acara konsert tajaan Telekom Malaysia.

Namapun ‘konsert’, sudah bikin gua geram.

Dulu, saya pernah komen dihadapan seorang tuan guru di luar negara. Tuan guru itu sangat menyukai rombongan Raihan yang pernah bertandang ke tempatnya, terutamanya salah seorang anggota Raihan yang dikatakannya sangat ‘spiritual’. Dia kurang senang dengan telatah anggota Raihan yang lainnya yang katanya kurang ‘spritual’.

Saya katakan padanya, baik Raihan mahupun kumpulan nasyid yang lain, saya masih simpan reservation terhadap mereka. Bila ia bertanya kenapa, saya katakan saya tidak suka kumpulan2 nasyid ini menyanyikan lagu2 qasidah, mawlid dan sebagainya tanpa menceritakan latar belakang lagu-lagu itu – siapa yang menulisnya, kerana apa ia ditulis dsbnya. Akibatnya lagu itu cuma tinggal lagu, tanpa disertai sentimen sejarah dan emosi spiritualnya. Akhirnya lagu itu menjadi entertainment semata, dah gagal menjadi edutainment. Peminat yang sekian lama terputus dengan sejarah kesusasteraan dan intelletualisme agama terbiar terputus hubungan begitu.

Hari ini kita lihat keadaan menjadi bertambah parah. Bermula dengan slogan mahu menjadi inklusif dengan menjemput artis-artis arca merba bersama-sama menyanyikan lagu nasyid di pentas, kemudian mengubah lagu nasyid mengikut rentak rock, jazz, pop kononnya untuk tujuan mengkontemporarikannya, sekarang persembahan nasyid dicampur adukkan pula dengan persembahan hedonis.

Bahkan lebih hebat lagi apabila persembahan bercampur-campur itu untuk meraikan hari Maulid yang mulia!

Tulisan ini bukanlah mengajak kepada menjadi extreme conservativism, bukan menolak perubahan dan usaha menambaik, tetapi saya ingin mempersoalkan intention dan cara yang dibuat.

Kalau intention dan caranya salah, malah lebih baiklah conserve tradition dalam tradisinya yang tulus dan murni itu.

News & Opinions, The Path & The FolksJanuary 31, 2010 2:29 pm

Seorang pembaca yang sudah agak lama membaca Anak Alam (dari versi Tripod lagi rasanya), namum masih kekal menjadi kenalan maya, meminta saya mengulas tentang kandungan Bab 3 daripada buku Knowledge, Language, Though and The Civilization of Islam yang baru diperolehi. Bab tersebut ditulis oleh Prof Omar Jah, asli Gambia, yang pernah bertugas di ISTAC.

Saya agak teruja untuk memulakan pembacaan bab itu. Sebenarnya saya telah membaca bab-bab lain terutamanya yang berkaitan dengan sejarah daripada buku itu, maka Bab 3 itu telah dilangkau pembacaannya. Keterujaan itu terhasil daripada permintaan pembaca berkenaan dan apabila habis membaca kandungan bab itu, saya rasa bab itu telah menyentak sesuatu di dalam sanubari saya: khasnya tentang peranan ‘al-balagh’ (communication) dan peranan ‘a communicator’. Betapa saya berasa begitu menyedari bahawa saya tidak dapat berfungsi sebagai communicator sebaik yang dikehendaki dan mungkin penyebab terhentinya communication yang saat ini amat didambakan.

Sesuai dengan tajuknya, bab ini mewacanakan tentang kepentingan ‘al-balagh’ dalam idea dan program ta’dib yang dibawa oleh al-Attas. Prof. Omar Jah mengambil contoh komunikasi yang berlaku antara Allah dan para malaikat dan membawa contoh ini untuk menunjukkan bagaimana agama ini terbina melalui komunikasi yang baik – berlakunya pemberitahuan, pertanyaan, dan kemudian penjelasan. Prof. Omar Jah menyeru kepada pembinaan tatacara komunikasi (communication skills) yang baik, dan ciri-ciri penting seorang penyampai (communicator). Yang menarik ialah penekanan, walaupun secara sepintas lalu, tentang perlunya seseorang penyampai itu mendalami rukun agama yang tiga (Islam, Iman dan Ihsan) dan tentang peran ihsan sebagai "the moving spirit of Islam." Dengan ertikata lain, Prof Omar Jah tidak melihat seseorang yang tidak mempunyai kefahaman yang jelas tentang konsep Islam, Iman dan Ihsan ini boleh memainkan peranan yang baik dan berkesan dalam memastikan dua agenda al-Attas terlaksana. Dua agenda itu adalah ‘dewesternization of society’ (pengnyahBaratan dalam masyarakat) dan ‘Islamization of knowledge’ (pengIslaman ilmu).

Perbincangan tentang komunikasi ini diletakkan di bahagian hujung bab ini, iaitu setelah Prof. Omar Jah terlebih dahulu memberikan huraian ringkas tentang kandungan konsep yang dibawa oleh al-Attas, pandang alam Islam, dan penjelasan tentang arkan ad-din. Segala-galanya tidak lebih dari huraian ringkas dan pembaca yang teruja untuk memahami dengan lebih lanjut disarankan membaca buku Islam dan Sekularism karangan Prof. al-Attas. 

Yang menarik buat khalayak pembaca ialah perbandingan yang dibuat oleh Prof. Omar Jah terhadap sosok al-Attas dengan al-Imam al-Ghazali. Prof. Omar Jah menyatakan al-Attas adalah seumpama al-Ghazali buat zaman ini. Jika al-Ghazali mendatangkan satu buah fikiran dan idea yang meranapkan falsafah songsang Aristotle tentang teori dunia yang eterniti, maka al-Attas pula menyumbang dalam memporak-perandakan falsafah materialism, falsafah evolutionism, dan falsafah sekularism yang menjangkiti umat hari ini. Seperti juga al-Ghazali, al-Attas memberikan hujah kepada dunia yang waktu ini menolak kewujudan entiti yang absolut (i.e. Tuhan). al-Attas juga menegaskan sekali lagi pandangan Islam terhadap apa yang dipanggil ilmu iaitu  perkara yang mendatangkan yaqin, iaitu pembahagian ilmu iatu kepada ilmu l-yaqin, ainu l-yaqin dan haqqu l-yaqin. Ini adalah bertentangan dengan faham sekularism yang menolak kewujudan entiti Tuhan, yang menuhankan anggapan bahawa dunia ini berevolusi dan tertegak dengan sendiri melalui sistem-sistemnya yang sendiri dan dengan itu tidak mempunyai sangkut-paut dengan dunia/entiti lain yang diiktibarkan ada kewujudannya. 

Saya kira saudara yang pembaca yang bertanya itu sudah sedia maklum tentang buah fikiran al-Attas, malah setelah selesai membaca bab ini saya tertanya-tanya pula apakah sebenarnya ada sesuatu perkara lain yang saya telah terlepas pandang. Saya tidak dapat hendak membuat perbandingan antara tokoh al-Attas yang disebut dalam bab ini dengan tokoh lain seperti Bediuzzaman Said Nursi, Allamah Iqbal atau Fazlur Rahman yang bagi kelompok-kelompok lain dianggap sebagai mujaddid, atau pemikir Islam yang layak dibanding-bandingkan dengan al-Attas.   

Secara umumnya saya mendapati penulisan Prof. Omar Jah itu telah dilakukan dengan berkesan dan sesuai dengan citra buku ini, yang berkeinginan memberikan intipati dan sentuhan rasa terhadap idea al-Attas. Mungkin dalam edisi yang mendatang, pihak editor boleh memberi perhatian terhadap kandungan bab ini yang saya rasa hilang (lihat muka 94-95 – terhadap perenggan yang bermula dipertengahan ayat), manakala pihak penulis i.e. Prof Omar Jah pula boleh memberikan seidkit lagi penjelasan atau contoh bagi mengukuhkan hujahnya bahawa pemikiran al-Ghazalilah yang telah menyelamatkan dunia dari kemandulan idea dan pembangunan (walaupun saya take note sudah ada rujukan yang diberikan), dan apakah yang ia maksudkan dengan penolakan al-Ghazali terhadap teori dunia yang eternal oleh Aristotle, buat manfaat para pelajar yang dhaif seperti saya ini.

Wallahu ‘alam.

Life, Event, News & Opinions, The Path & The FolksJanuary 15, 2010 4:33 am

Once upon a time, at a small madrasah, close to a detention camp of nation-wide reputation, in a northern state of Malaysia, a group of eager teenage students sat chatting among themselves. They were having some peanuts and some hot teh tarik, prepared straight from a kitchen which they had equipped with a stove bought with their own savings.

It was after one of their afternoon classes.

The topic of conversation veered from what to do during the next school break to the recent imprisonment of a political leader. Of course, being immature boys their points of argument and conclusions were immature too. But those who care to listen would be amused by the youthful, idealistic thoughts of these boys, whose ambition at the time was to shake and lead the world out of its slumber.

The Syeikh who was one of those listening to the boys’ conversation walked into the room and broke the sudden silence of the boys by saying, "Wah, sedapnya. Kamu ke yang buat air teh ni?"

One of the boys nodded. He felt a bit shy to admit that but also felt quite proud that the teacher would be eating with them that day. Carefully, he served his beloved teacher a cup of the Boh tea.

The Syeikh took a sip and after that spoke in an awe-inspiring tone. Word by word, the boys listened attentively to the person who they regarded more than their own father. They nodded as one after another confusion were explained, but nothing surprised them more than what the Syeikh was going to say last.

"But among all the devil in this country, that man, UnWar AI, is greatest Devil of all." And he left the gaping students, all of whom had played or had seen other friends played badminton with UnWar AI and Ramli EnTee the previous weekend at school.

———————-

The madrasah is now empty of students. The Syeikh had passed away.

One of those boys is still alive and is typing these words. And he feels he is just about to understand the whole truth of his teacher’s word as he witnesses the Great Drama unfolding.

Life 4:19 am

1. Syed Naquib al-Attas telah berulang kali menegaskan kekalutan yang dihadapi hari ini di dunia Islam adalah akibat kehilangan adab, menyebabkan pengambilan ilmu agama dengan tidak lagi bersanad, kepudaran kesedaran tentang istilah dan makna, penyalahgunaan terminologi, sifat dan rasa aku tahu yang merasuk, dan lain-lain lagi.

2. Kemelut umat Islam hari ini berpunca daripada lemahnya pemimpin kita yang beragama Islam yang mengalami kehilangan adab ini.

3. Pemimpin kita hari ni kalau ditanya, samada yg dari UMNO, PKR atau PAS, semuanya akan bersemangat menceritakan betapa mereka mendokong program-program yang menaja Islam supaya menjadi tulang belakang parti mereka.

4. Hakikatnya ini semua bohong belaka.

5. Pemimpin hari ini ghairah menunjukkan betapa mereka itulah yang wise, yang liberal, yang up-to-date, yang dekat dengan rakyat sampaikan mereka sanggup hilang thiqah sebagai orang berpengetahuan dan dimuliakan Tuhan sebagai pemimpin. Di luar pentas dan saluran rasmi, wakil rakyat Islam kita happy menulis bagaimana mereka menghabiskan masa mereka dengan amalan ghaflah (kelupaan) dan lagha (sia-sia) – menonton TV, filem, tayangan bola dengan aksi-aksi remaja mereka, tentang bagaimana mereka juga mempunyai citarasa muzika dan entertainment yang sama hedonis dengan rakyat mereka yang masih remaja. Mereka rasa dengan menyatakan bahawa mereka meminati lagu ini dan itu itulah yang akan dapat menambat hati pengundi. Mereka berpendapat dengan menghadiri parti itu dan inilah, mereka akan dirasakan oleh pengundi sehati dan sejiwa dengan pengundi.

6. Mereka tenggelam dengan slogan menjadi hamba rakyat dan rakyat di dahulukan, lalu lupa mereka juga hamba Tuhan dan Tuhanlah yang patut didahulukan melebihi segala-galanya.

7. Sepatutnya hak-hak rakyat diselesaikan dengan tidak mengenepikan hak-hak Tuhan.

8. Inilah yang dikatakan oleh Syed Naquib al-Attas sebagai kehilangan adab dalam melihat erti pembangunan dan erti kebahagiaan dalam hidup. Kehilangan adab adalah pada dasarnya kehilangan mekanisma menilai apa yang sepatutnya dilakukan.

9. Hari ini saya membaca dengan sedikit kecewa komen dangkal seorang wakil rakyat PKR yang sering berkopiah putih atau bersongkok hitam tentang masalah berpegang kepada mazhab. Dia mengirakan bahawa apabila dikatakan berpegang kepada mazhab Syafii itu, maka ertinya berpegang kepada pendapat Imam Syafii seorang. Dia tidak tahu bahawa yang dinamakan mazhab asy-Syafii itu adalah methodologi sang Imam, dan pendapatnya dalam mazhabnya itu sentiasa dijernih dan dimurnikan oleh mereka yang mengikut methodnya selepasnya.

10. Isu mazhab ini adalah sesuatu yang sepatutnya adalah basic bagi seseorang manusia yang sudah ke menara gading, apatah lagi ke luar negeri, untuk difikirkan. Apabila ia tidak dapat berfikir dengan kritis dan tuntas dan menunjukkan kejahilannya dalam beragama, maka hilanglah kehormatannya sebagai penghulu masyarakat yang dapat membawa orang-orangnya ke hadrat Allah dengan hati yang tenang.

LifeJanuary 12, 2010 2:58 pm

Tahun baru Hijrah dan Masihi yang datang cuma berselisih beberap minggu diniatkan sekali lagi supaya menjadi satu lagi tahun dimana ilmu-ilmu baru harus ditimba, dan yang lama diperkasakan. Tahun ini aktiviti akademik nampaknya terpaksa lebih giat dilakukan dan cadangnya sekurang-kurang sebuah artikel akademik harus diserah untuk penerbitan sebelum hujung minggu ini berakhir.

Tetapi dunia akademik adalah satu dunia lain yang terpisah dari blog ini, maka haruslah kita tingalkan sahaja dan bercerita tentang perkara lain. Seperti juga tahun-tahun lepas, diharapan tahun ini juga membawa rezeki yang lebih muncah supaya aktiviti membeli dan membaca buku lebih banyak digiatkan. Insya-Allah menjelang Mei nanti, sebuah bilik khusus untuk menjadi pustaka peribadi akan tersedia untuk digunakan. Tidak perlu lagi mengambil ruang di ruang tamu yang sudah sedia sempit, atau menyesakkan rak di kamar pejabat.

Alhamdulillah, sebaik sahaja menginjak ke tahun 2010, beberapa buah buku sudah tersedia untuk dibaca.

1. Buku yang pertama judulnya 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia. Buku ini, sebuah edisi revisi, telah dibeli pada harga Rp 60 000 (lebih kurang RM 17) di sebuah toko buku berdekatan Masjid Sunan Ampel, Surabaya semasa melawat ke sana baru-baru ini. Rupa-rupanya buku ini boleh sahaja di dapati pada harga Rp 37 500 atau lebih murah. (lebih kurang RM10) Di Malaysia, buku ini boleh didapati di Wisma Yakin, Masjid India pada harga RM29.

Alhamdulillah, kerana tata penulisannya yang kemas dan dalam bahasa yang mudah, maka pembacaan buku ini cuma mengambil masa sehari untuk disudahkan. Memandangkan Indonesia dikenal sebagai tempat paling ramai habaib di dunia, tentulah ramai habaib lain yang juga berpengaruh tidak dimasukkan ke dalam buku ini. Ini tidaklah mengurangkan keunggulan peribadi-peribadi yang lain. Tetapi dengan membaca buku ini pembaca yang memiliki himmah pasti akan menjadi lebih teruja untuk mengenali peribadi-peribadi lain itu. Bahkan memiliki buku ini akan memudahkan sesiapa sahaja yang merancang mahu menziarahi makam-makam Habaib di Indonesia, khususnya yang berada di Tanah Jawa.

Boleh jadi dari usaha yang sebegini sebuah ensiklopedia besar yang memuatkan seluruh keluarga habaib Indonesia dan rantau Nusantara ini bisa menjadi kenyataan.

2. Buku yang kedua adalah buah tangan Professor Sed Naquib al-Attas yang bertajuk Knowledge, Language, Thought and the Civilization of Islam: Essays in Honour of Syed Muhammad Naquib al-Attas. Buku ini dibeli pada harga RM64 (harga asal RM80++). Pembelian pada harga ini telah didapati daripada satu sumber peribadi (i.e. bukan kedai buku).

Sepertimana tajuknya, buku yang tebal ini adalah merupakan kompilasi artikel yang ditulis oleh mereka yang mempunyai hubungan dengan Prof. al-Attas, terutamanya petugas dan bekas pelajar ISTAC. Terdapat satu dua artikel yang ditulis oleh mereka yang tidak pernah belajar di ISTAC atau mempunyai hubungan peribadi yang lama dengannya, tetapi telah lama mengagumi /dipengaruhi oleh pemikirannya.

Dengan membaca buku ini sudah tentulah pemahaman terhadap pemikiran Prof. al-Attas yang lebih komprehensif akan dapat dicapai, kerana kemana tumpahnya kuah kalau tidak ke nasi iaitu dalam konteks ini, pemikiran seseorang guru itu tidak langsung tentulah akan mempengaruhi pemikiran anak-anak muridnya. Kita juga akan dapat melihat hasil keluaran ISTAC yang sangat pelbagai sifatnya dan tinggi mutunya.

Buku ini diterbitkan oleh UTM, maka tentulah hal itu menjadi sesuatu yang dicemburui dan terkilan oleh saya secara peribadi kerana sepatutnya UIAlah yang lebih perlu ke hadapan membiayai / menguruskan penerbitan sesuatu makalah atau buku yang bersangkutan dengan satu sosok tokoh yang berkaitan dengannya.

Wallahu ‘alam.