Watching the daily reports in local TV, one could not help feeling envious to the pilgrims who manage to make it this year to Arabia. Under the white, welcoming teants, they appear very excited; faces brighten up when interviewed, full of hope and expectation.

It is at times like this that I will remember an old Malay song learnt when I was 8 years old:

Tibalah masa 10 Dhul Hijjah

Pembawa kenangan yang sangat indah

Sejarah pusaka amanah wahidah

Ajaran Ibrahim dari Tuhannya.

    ......................

Semasa berkumpul di padang Arafah

Setiap tingkat atas dan bawah

Wajah mereka berseri indah

Demi menyahut seruan Allah

     ................

Setiap tahun di bumi Mina

Tumpahlah darah merah kesumba

Untuk mengenang perpaduan cinta

Ibrahim dan Ismail pada Tuhannya.